Senin, 09 Juli 2012

Kisah Sedih Seorang Istri Solehah




Sore itu, menunggu kedatangan seorang teman menjemputku di masjid ini se usai sholat ashar...
seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk di sampingku, sampai berkenalan, dan sampai
pula pada pertanyaan itu, anty sudah menikah...??, belum mbak jawabku, kemudian ahkwat itu bertanya lagi..kenapa....??" hanya bisa kujawab dengan senyuman..' ingin kujawab karena masih kuliah ,tapi rasanya itu bukan alasan.

'mbak menunggu siapa...??aku coba bertanya...'nunggu suami jawabnya..., aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi
yang takbisa kutebak apa isinya, dalam hati bertanya2 darimana mbak ini....??"',sepertinya wanita karir,akhirnya kuberanikan unruk bertanya ' mbak kerja dimana"?? entahlah keyakinan apa yg meyakinkan aku mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku ahkwat seperti ini hanya mengabi sebagai ibu rumah tangga.

'" alhamdulilah 2 jam yang lalu aku resmi berhenti bekerja.."
jawabnya dengan wajah yg aneh menurutku,
wajah yang bersinar dengan rulus hati,

"kenapa....??tanyaku lagi...

dia hanya tersenyum dan menjawab, karena hanya inilah cara 1 cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami..

aku berpikir sejenak " apa hubungannya..?" heran..lagi2 dia hanya tersenyum.

ukhty'' boleh saya cerita sedikit,? dan saya harap ini menjadi pelajaran berharga bagi kita para wanita,
yanh insya allah akan didatangi seorang ihkwan yang sangat mencintai akhirat.

saya bekerja di kantor, saya tidak usah memberi tahu nama kantornya," gaji saya 7 juta/bulan,
suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari. kami menikah baru 3 bulan. dan kemarinlah
untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. waktu itu jam 7 malam, suami
baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur , biasanya jam 3 sore sudah pulang.
saya capek sekali uhkthy , saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing, dan parahnya saya juga lagi pusing, suami minta diambilin air minum , tapi saya malah berkata'' aby.. umy pusingnih..ambillah sendiri.

pusing membuat saya terridur sampai lupa sholat isya, jam 23:30 saya terbangun dan cepat2 sholat.
alhamdulilah pusingpun telah hilang, beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya , menuju ke dapur , saya melihat semua piring sudah bersih tercuci, siapa lagi yang mencuci kalau bukan suami saya??
terlihat lagi semua baju kotor sudah bersih tercuci, astagfirulloh, kenapa aby mengerjakan semua ini? bukannya aby tadi malam juga pusing??? saya segera masuklagi kekamar, berharap aby sadar  mau menjawab semua ini, tapi rasanya aby terlalu lelah . hingga tak sadar juga, rasa ibah mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang pipi suami saya itu, ya allah panas sekali pipinya,keningnya, masya Allah . aby demam , panas sekali.saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi malam, hanya disuruh mengambilkan air minum saja,saya membantahnya , air mata menetes , betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah selama ini,
sehingga saya tidak memperhatikan hak suami.

ahubhanaallah, saya melihat mbak ini bercerita dengan semangatnya. membuat hati ini merinding, dan juga
kuliaht ada tetesan air mata yang di usapnya.

'anty tau berapa gaji suami saya per bulan?? sangat berbeda jauh dengan gaji saya , sekitar 600-700 ribu/bulan.
10x lipat dari gaji saya, dan malam itu saya benar2 durhaka pada suami. dengan gaji yg saya miliki, saya merasa tidak perlu meminta nafka pada suami saya, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya.
dan setiap kali memberikan hasil jualannya swami selalu berkata"umi, ini ada titipan reski dari Allah.
diambill yah buat keperluan kita, memang ridak banyak jumlahnya, mudah mudahan umi ' ridho.. begitu karanya.

beberapa hari yang lalu saya berkunjung kerumah orang tua, dam menceritakan niat saya ini.
sayah sedih karena orang tua dan saudara - saudara saya tidak ada yg mendukung niat saya untuk berhenti bekerja,
malah mereka ,membanding bandingkan gaji suami saya sengan orang lain.

masih terdiam bisu mendengar keluh kesahnya, subhanalah, apa aku bisa seperti dia ??
menerima sosok pangeran apa adanya. bahkan sampai rela meninggalkan pekerjaannya.

kak' kita itu harus memikirkan masa depan, kita bekerja juga untuk anak2 kita kak.
biaya hidup sekarang ini besat, begitu banyak orang yang membutuhkan pekerjaan,
nah kakak malah pengen berhenti bekerja.
suami kakak pun penghasilannya kurang, mending kalau suami kakak pengusaha kaya,
boleh lah kita santai santai aja di rumah,salah kakak juga sihh kalw mau jadi ibu rumah tangga
seharusnya nikah sama yang kaya, sama dokter muda itu yg dulu dulan melamar kakak,
sebelum yang ini.tapi kakak lebih memilih sama orang yang belum jelas penghasilannya.
dari 4 orang anak bapak, cuman suami kakak yg belum punya penghasilan tetap dan yang membuat kami lebih kesal lagi
sepertinya suami kakak lebih memilih hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank sama saudara saudari yang mau membantupun tak mau, sampai heran aku, apasih maunya suami kakak itu...? ceritanya kembali'saat dimintai pendapat adik perempuannya.

'anti tau, saya hanya bisa menangis saat itu. saya menangis bukan karena apa yg dikatakan adik saya itu benar,
bukan karena itu. tapi karena imam saya dipandang rendah olehnya. bagai mana mungkin ia merendahkan setiap tetes keringat suami saya. padahal dengan tetes keringat itu, Allah memandangnya mulia.bagaimana mungkin ia merendahkan orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud di malam hari,
bagaimana mungkin ia merendahkan orang yg dengan kata2 lembutnya selalu menenangkan saya.
bagaimana mungkin ia berani merendahkan orang yang berani datang menemui orang tua saya, untuk melamar saya.
padahal saat itu tersebut belum mempunyai pekerjaan, bagai mana mungkin orang yang sangat saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.


saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding bandingkan gaji saya dengan suami saya. saya juga berhenti brkrtja untuk menghargai nafka yang di berikan suami daya, saya juga berhenti
bekerja untuk memenuhi hak2 suami saya.kebanyakan banyak orang lebih memilih penganguran dari pada mengerjakan hal seperti itu, tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu padanya untuk mrvafkai istrinya dengan nafka yg halal.
itulah yg membuat saya begitu bangga kpada suami saya.

semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty takperlu malu untuk menceritakan pekerjaannya pada orang lain.bukan masalah pekerjaannya uhkty tapi masalah halalnya.
berkahnya,dan kita memohon pada Allah.
semoga Allah menjauhkan suami kita dari rezki yang haram.
ucapnya terakhir",, ucapnya terakhir sambil tersenyum manis padaku.

dia mengambil tas laptopnya..bergegas meninggalkanku, kulihat seotang ihkwan naik sepeda motor mendekati kami.
wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku untuk menatap wajahnya,
sambil mengucap salam meninggalkanku, wajah itu ceria sekali , wajah seorang istri yang begitu ridho.

ya Allah sekarang giliran aku yang menangis, hari ini
aku mendapatkan pelajaran paling baik dalam hidupku.

pelajaran yang membuatku menghapus seorang sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku.

Shubahanallah...

sahabat..kekeliruan selami ini ,  oramh menganggap kebahagiaan selama ini kaya akan materi..
mobil mewah..rumah baguss..
Tetapi sebenarnya kekayaan  itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat ALLAH walaupun
tampa ada materi yang bersifat..WAHHHH......

0 komentar:

Posting Komentar

About me

Maaf Ya, Di Blog Ini Tidak Di Ijinkan Untuk Klik Kanan

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Minima 4 coloum Blogger Template by Serdadu Banten.
Simplicity Edited by Serdadu Banten's Template