Senin, 30 Juli 2012

Aku ada Untukmu

0 komentar


Aku ada untukmu hadiah terbaik bagiku

Bukan gantungan bintang dilangit rajutanku

Bukan juga menariknya anggur merahmu

Diantara sajian intan ditempat tak berbayang



Berlarilah kelautan cintaku

Dekat sebuah kayu bersilang disana

Dekat diatas rumput yang memerah

Direndaman jerami dijengkalku



Sudah...aku sudah merangkainya untukmu

Sudah juga menangis untukmu

Diamlah dekatku...karena kau tenang disini

Bijaklah disaat kebodohan menjadi kegembiraanmu



Inilah saatnya tepat, sebab malam tak bertanda

Juga siangnya tak berpamit

Berjalanlah terus... bukannya sendiri

Kasihku memegangmu...

Sampai untaian terakhir dipinggiran waktu

Bahasa Kalbu

0 komentar


Kau satu terkasih…
Kulihat disinar matamu
Tersimpan kekayaan batinmu

Didalam senyummu…
Kudengar bahasa kalbumu
Mengalun bening menggetarkan
Kini dirimu yang selalu…
Bertahta dibenakku
Dan aku kan mengiringi…
Bersama disetiap langkahmu

Percayalah hanya diriku paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu

Kasih…
Kakinlah, hanya aku yang paling memahami
Resah arti kejujuran diri…
Indah sanubarimu kasih
Percayalah…

Aku Masih Milikmu

0 komentar


Tak pernah ku berfikir untuk bermimpi
Tak pernah ku bayangkan untuk memiliki
Aku Tahu hatimu yang tak bertepi
Teguhnya cintamu padaku hingga kini

Aku tak berharap kau selalu menantiku
Aku tak ingin kau selalu bersedih memikirkanku
Aku tak ingin cinta ini pahit bagai empedu
Namun kuakui...aku juga tak kuasa melupakanmu

Kini t'lah dapat kubayangkan akan dirimu
Kini t'lah dapat kuimpikan berdua hanya bersamamu.
Namun mengapa hingga kini kau belum dapat kurasakan nyata didepanku...?


Kasih...
Maafkan daku hingga kini masih membuatmu menunggu
Namun kuatkah kau untuk selalu tetap setia...?
Kasih...
Aku yakin kau selalu utuh hanya untukku
Dalam lamunanku...Dalan Mimpiku...Dan disetiap langkahku...
Hanya dirimu seorang dalam hatiku.

Yang kuucapkan bukanlah palsu
Yang kuutarakan bukanlah dusta
Aku cinta padamu,...Aku sayang padamu
Hingga kini ku masih sendiri dan hanya untukmu

Menanti Jawaban (1)

0 komentar


Malam ini tak ku lihat lagi sinar rembulan
Yang senantiasa memberikan ku penerang disaat malam
Yang menemani kesendiriaanku disaat hati lara
Ada apa gerangan…oh, sang rembulan…?
Mengapa kini wajah nan ayu tertunduk membisu…
Hingga tak mau muncul kembali…
S’lalu menghindari di kala ku sepi…
Tak ada kabarmu hingga kini…
Ada apa denganmu…oh, sayang…?
Kasih…jangan biarkan aku bertanya sendiri…
Sudihkah kau membiarkan ku terluka teramat dalam…
Bagai kumbang yang patah sayapnya dan terjungkal…
Hingga jatuh ke bumi hingga susah bangkit kembali…
Kasih…ada apa gerangan denganmu…
Bagai dawai yang tak merdu lagi…
Yang kau tinggal kan tanpa kau petik lagi
Bagai hati ini yang kau tinggalkan hingga kesepian
Kasih…ada apa gerangan denganmu…
Jawablah…sayang…
Apakah kau telah beralih haluan
Dalam mengarungi rentang kehidupan ini
Sayang…jawablah
Aku akan ikhlas menerima segala jawabmu

Doa Jodoh (1)

0 komentar


Ya Allah…
Seandainya telah engkau catatkan…
Dia adalah milikku, tercipta buatku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagian antara kami
Agar kemesraan itu abadi

Ya Allah Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ketepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi, Ya Allah…
Seandainya telah engkau takdirkan
Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan

Ya Allah Ya Tuhanku yang Maha Mengerti
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah…
Agar aku bisa bahagia
Walaupun tanpa bersama dengannya

Ya Allah…Yang Tercinta
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya

Ya Allah…Ya Tuhanku
Pasrahkanlah aku dengan takdirmu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan…
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yg beriman
Supaya aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau redhoi
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Amin

Tetesan Nada

0 komentar


Disaat aku mendengar nada…
Hatiku meneteskan butiran-butiran kata…
Untuk memecahkan kesunyian ini
Mendaur arti rintihan dari segumpal jiwa
Semua yang terjadi bukanlah dipinta
Semua yang berlaku bukanlah direncana
Hanya saja, semua itu menjadi teman di kala sepi
Menjemput fajar yang akan kembali bertahta
Kemudian kembali terdiam dan tertunduk malu
Disaat siang berlalu tak berpamit
Seandainya nada itu mampu berkata
Tentu warna itu kembali bercahaya
Bukan seperti saat ini, diam tampak buram!
Saat ini nada itu hanya mampu diteteskan
Melalui butiran-butiran kata yang sukar dimengerti
Sepanjang perjalanan hidup ini
Dalam pengembaraan yang ku tak pernah singgah
Semuanya masih tetap misteri
Disaat mata tak lagi sudi menoleh…
Hati terisris mengalir hingga kenadi
Disaat bibir tak mampu lagi berucap…
Hanya diam dengan seribu tanya
Disaat aku mendengar nada…
Yang mendengar hanyalah bayangan
Bayangan yang tak pernah nyata
Sebuah kenyataan yang enggan diuraikan

Kapankah Saat Itu…?

0 komentar


Saat aku yakin, mata ini lelah
Waktu berhenti berdetak terbuai mimpi
Lamunan pun menghilang, tiada suara lagi
Diam tuk menunggu saat yang tepat
Saat waktu kembali berputar
Datang seiring nada yang kudengar
Irama yang selama ini ingin ku nikmati
Menyambut pagi yang cerah nan indah
Memecahkan sepi dibalik tirai yang bercahaya
Benarkah jiwa ini tlah tersentuh embun pagi…?
Oleh lamunan yang telah engkau titipkan
Namun…sinarannya masih enggan tuk menjawab
Apakah ini penyebab langkahku tergontai…?
Atau kau juga menunggu saat yang tepat…?
Saat hati ini yakin, kenyataan menjadi mimpi
Waktu terus berputar tetapi cahayanya kembali redup
Tetesan embun-embun pagi tlah kering
Sinarannya membakar dengan garang
Membuat hati ini kembali sepi…
Kembali diam…
Kapankah saat itu akan tiba…?
Saat-saat hatimu menghampiri hatiku…
Saat-saat yang tlah lama aku tunggu…
Saat-saat dengan sejuta restu…
Saat-saat menjadi sahabat sehatimu…

Aku Berlalu Dengan Sejuta Tanya

0 komentar


Tak ada niatku tuk berjumpa denganmu saat itu

Namun langkahku seakan kau tuntun kearahmu

Bukan karna bumi bergeser ataupun bergoncang

Namun jantungku berdegup kencang, kala itu

Kemudian berlarilah engakau dengan sejuta senyummu

Saat aku mulai menghampirimu, mencoba mendekatimu

Namun kau menjauh dari sudut pandanganku

Yang membuat langkahku menjadi gontai

Aku bimbang, aku menjadi ragu…

Timbul berjuta pertanyaan yang menghampiriku

Burukkah ini?…atau aku yang terlalu kepadamu…?

Semua pertanyaan itu sukar kujawab

Lalu kudengar lontaran kata, namun bukan darimu

Cuaca yang dingin membuat tubuhku kepanasan

Udara yang sejuk membuat tubuhku berkeringat

Jiwa yang seakan tenang sukar terkendali

Dibalik lontaran kata itu

Aku bertanya tentang dirimu

Namun tak ada jawaban, hanya diam

Tiada kata pembuka malam itu

Dan aku berlalu dengan sejuta tanya, Kenapa…?

Kau Yang Ada Di Hatiku

0 komentar


Dari celah dinding kalbu
Dalam suatu pemisah
Antara kau dan aku
Kutatap seraut wajah manis
Yang kau lukis dengan goresan kanvas biru
Lahirkan senyum ranum
Yang terkadang kau tutup
Dengan kedua,Telapak tangan lentikmu
Pesonanya tetap mengalir
Lalui celah tangan halusmu
Aku ingin tetap bertahan
Lupakan segala yang kurasakan
Lalaikan segala gejolak yang ada
Tapi tak bisa!!
Tak ada yang terkikis
Semuanya menitis kharisma terlukis
Kenapa harus kenal dan temui sosokmu
Adakah kemungkinan kita menyatu
Bilakah hati kita berpadu ?
Sementar renta waktu
Menyadarkan aku
Bahwa tak ada lagi yang dapat
Menggantikan tempatmu dihatiku.

Cinta Takkan Rela Berpisah

1 komentar


Hujan turun gerimis disaat kedinginan
Jatuh menimpa jendela hati ini
Tak dapat kutahan, perasaan ku

Sungguh tak kumengerti mengapa bisa begini
Tiada maksudku menyakiti hatimu…sayang
Maafkanlah

Kasih…
Hanya kau dihatiku seorang
Jangan benarkan hatimu merasa cemburu

Kasih…
Yang kupinta adalah perhatianmu
Setelah sekian lama kita begini
Apa lagi yang kita cari…
Apa lagi yang kau harapkan…
Lamanya penantian ini, untuk hidup bersama denganmu

Sayang…
Kuingin kita bersama melayari lautan cinta
Bila mahligai dipersada asmara kasih kita…
Biarpun dugaan cinta berbedakan nyata
Kita kan tempuhi segalanya bersama
Sebab cinta takkan rela berpisah

Cahaya Kasih Yang Hilang

0 komentar


Di manakah seberkas cahaya itu
Yang telah lama aku mencari
Dalam sempitnya ruang dan waktu
Aku terpaksa harus terus mencari

Sebenarnya cahaya itu telah ku dapatkan, tapi dulu…
Semasa aku masih dalam kandungan, dan kini…
Aku telah kehilangannya kembali…
Ketika aku menghirup udara dunia

Walau linangan air mata telah kuteteskan…
Walau hariku berbalut sepi dan sunyi…
Dalam angan aku mempunyai keinganan…
Namun seberkas cahaya itu…
Adalah sebuah kasih sayang yang telah redup…
Yang keindahannya tak menerangi hatiku lagi

Ayah…Ibu, aku inginkan kasih sayangmu…
Aku sangat mengharapkan kepedulianmu…
Aku inginkan restumu untuk mengerjar cita-citaku…
Yang telah lama aku impikan

Ayah…ibu, kumohon pahamilah aku…
Jangan biarkan aku terus mencari…
Mencari seberkas cahaya yang sebenarnya ada pada kalian
Yang kini semakin menjauhi ku…

Oh…Tuhan…
Bukakanlah pintu hati mereka…
Dan berilah penerangmu dalam setiap langkah kami…
Dekatkan hambamu kembali…pada cahaya kasih…
Yang telah lama kudambakan kembali

Bisikan Asmara

0 komentar


Tak pernah ku rasakan bahagianya hati ini
Sejak kau hadir dalam hidup ini
Bagaikan mimpi indah yang aku alami
Bertemu cintaku dengan cintamu

Bisakan asmaramu…
Makin riang…riang di telingaku
Tak dapat ku lupa cintamu selamanya

Selautan asmara kasih
Ku hadiahkan untukmu kasih
Tanda cinta kita buat selamanya
Kaulah satu-satunya dalam hidup ini

Kini aku mengerti apa arti cintamu
Betapa sucinya cintamu kasih
Bagaikan mimpi indah yang aku alami
Bertemu cintaku dengan cintamu

Tuhan berkatilah cinta untuk selamanya
Agar aku dapat merasakan kasih sayang
Hanya DariMu

Menanti Jawaban (2)

0 komentar


Kasih…
Kini aku tak pernah lagi mendengar irama mu
Yang biasa kau nyanyikan untukku selalu…
Lewat petikan senarmu, nyanyikan melody Cinta
Sebagai gambaran cintamu padaku

Kasih…
Kini kembang ditaman istana kita telah berguguran
Bagai dawai tanpa bersenar…
Sebab mawar-mawar Cinta telah kelayuan
Walau hujan tetap membasahinya…
Hanya saja sinarannya tak lagi menerangi

Apakah mungkin malumu berubah menjadi benci…
Hingga tak lagi kurasakan saat nan indah bersamamu…
Dalam dekanpan mesra dan belaian penuh kasih
Berselubung kehampaan dalam kerinduan

Diseputar tanyaku…akankah ada jawabmu
Agar ku dapat memahami makna semua itu
Makna dibalik hatimu yang telah bertembok
Yang susah tuk kubuka saat ini…

Kasih…
Jangan biarkan aku terus bertanya sendiri
Bertanya dalam kehampaan berselimutkan duka

Kasih…
Jangan kau biarkan luka ini lebih lama lagi
Karena ku takut luka ini takkan terobatkan lagi
Sebab penawar itu hanya ada padamu

Kasih…
Izinkan aku mengetuk pintu hatimu
Dan bukalah tanpa harus kau tutup kembali
Sebab aku tak ingin cintamu berlapis baja
Karena aku sangat mencintaimu

Doa Jodoh (2)

0 komentar


Ya Allah…
Kalau dia memang, jodohku dekatkanlah
Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah
Jika dia tidak berjodoh denganku…
Maka jadikanlah kami jodoh
Kalau dia bukan jodohku…
Jangan sampai dia dapat jodoh yang lain selain aku

Kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku…
Jangan sampai dia dapat jodoh yang lain
Biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh…
Jodohkanlah kami kembali

Kalau dia jodoh orang lain…
Putuskanlah! Jodohkanlah denganku
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain
Biar orang itu bertemu jodoh dengan yang lain dan kemudian…
Jodohkan kembali dia denganku
Amin

Ingin Kukatakan

0 komentar


Meresap angan di dinding hati

Mencoba dekati sejuknya hatimu

Mencoba meraih manisnya senyummu

Di setiap menit senyuman darimu



Disaat kekosongan melanda hatiku

Berkelana mencari dirimu yang t’lah pergi

Dalam desir desir mimpi…

Kuterus terbayang akan dirimu

Di saat bisikan angin melelapkan ku

Kurasakan sejuknya angin yang membelaiku



Tak ingin kulepaskan dirimu

Tak ingin membiarkan kekosongan di hatimu

Akupun masih berharap…

Kau mau menjadi milikku…



Hanya keajaibanlah yang mungkin bisa…

Membuat dirimu menyukai diriku…

Ku langkahkan kaki ke arahmu…

Terasa berat ...



Ingin kuperdengarkan sesuatu…

Sesuatu di daun telingamu…

Kata kata yang ingin terlontar dari bisikan hati ini

Kata kata yang tertimbun di hati ini



Namun aku adalah penakut yang pengecut

Mendekatimu membuatku gugup

Mengahampirimu membuatku kecut

Dan mengatakannya membuatku redup

Karena aku ingin mengucapkan tiga kata untuk dirimu

Aku Suka Padamu…

Inilah Cinta

0 komentar


Inilah Cinta,


Yang terbang ke surga Yang Setiap saat,


Mencabik ratusan tabir Saat pertama,


Menundukkan hidup



Langkah terakhir belayar tanpa kaki...


Untuk memandang dunia tak kasat mata


Bukan dengan memandang apa


yang muncul dalam diri sendiri

Dalam Kerinduan

0 komentar


Dalam sepi kucipta bayangmu 
 
Kususun pesonamu lewat kesendirianku 
 
Mendekap kesunyian malam 
 
Membelai kehampaan 
 
Betapa berat kurasakan... 
 
Beban rasa dalam kerinduan 
 
Merintih pilu menyesak dalam pikiran 
 
Kutawarkan dengan bayangan 
 
Sambil merangkai sejuta harapan 
 
Saat nan indah dalam pelukan 
 
Irama malam menjadi hiburan 
 
Tarian nyamuk menjadi teman 
 
Binatang² malam kian asyik menari nari 
 
Tiada tahu rindunya hati kini 
 
Betapa ingin kudekap dirimu 
 
Karna sekarang yg bisa hanya bayangmu

Cintamu

0 komentar



Di saat hati resah gundah
Cari arti cinta yang sejati

Adakah kini…
Kau datang tanpa kata cinta
Hanya tatapan matamu mampu…
Sejukkan hati ini…

Cintamu kasih…
Bagai seribu puisi cinta
Sungguh nyata hadirmu kasih
Membuat hidupku berwarna

Kini cinta bukanlah kata biasa
Tapi nyata sebuah karunia
Kini cinta terasa penuh pesona
Mengubah segalanya

Cintaku Padamu Selamanya

0 komentar


Tahukah kau setiap saat aku selalu menyebut namamu

Walau hati ini enggan rasanya…

Namun aku tak bisa membohongi diriku sendiri

Untuk tidak mengatakannya kepadamu

Walau mungkin kau anggap aku hanya bergurau

Walau aku mencoba tuk melupakan dirimu…

Dengan tidak menghiraukan dirimu lagi…

Dengan membuang segala kenangan bersamamu

Dan membuang segala-galanya tentangmu

Namun ternyata hatiku telah tertinggal untukmu

Walau mungkin kau tak tahu

Kala rinduku yang semakin menggelodak…

Yang bisa kulakukan adalah menuliskan puisi untukmu

Sebagai gambaran hatiku padamu

Untuk mendapatkan cintamu kembali

Walau hanya sebatas kata…

Perlu kau ketahui tuk selamanya

Tuk kau ingat selalu…

Walau kau tercipta memang bukan untuk ku

Aku akan mencintaimu seutuhnya…
 
Selamanya…

Cinta Yang Terdampar

0 komentar


Kau Selalu Dihatiku…
Namamu Indah Terpahat Didahan Cintaku
Namun Kini Kita Jauh…
Direntangi Mimpi Mengharapakan Aku Seperti Dulu
Akukah Pelaut Malang Yang Kehilangan Arah Dan Impian…
Kembang Cinta Gugur Berderai Bagai Mawar Yang Kelayuan
Kasih…
Aku Hanyalah Manusia Biasa
Dimasa Yang Lalu Kau Bangga Dengan Kejayaanku
Dimasa Yang Lalu Kau Bahagia Berlayar Bersamaku
Namun…
Aku Bukanlah Seseorang Yang Selalu Memiliki Segalanya
Mungkin Aku Hanyalah Pelaut Malang...
Yang Menghantam Karang Tersesat Dalam Pulau Kekosongan
Kasih…
Sudihkah Kau Melihatku Berdarah Tanpa Penawar…
Semusim Berjauhan, Seketika Itu Pula Hatimu Berubah…
Janji Yang Kau Ucapkan Menjadi Mimpi Ngeri
Kasih…
Jika Kau Berharap Aku Akan Membawakan Bulan Kepangkuanmu…
Itu Hanyalah Mimpi
Kasih…
Cinta Adalah Sebuah Kejujuran
Jika Kau Berfikir Dengan Ketulusan Hatimu…
Tanyalah…
Apakah…Kau Akan Menatapku Dan Menerimaku Apa Adanya

Cinta Yang T'lah Hilang

0 komentar




Lelah sudah ku berjalan
 
Mencari dirimu yang hilang
 
Deru nafasku dipacu seiring waktu
 
Dalam malam getirnya kehidupan ini
 
 
Dalam lelah aku berjalan mencarimu
 
Sampi kutemukan dirimu yang hilang
 
Tapi aku tak mengerti
 
Aku menemukanmu tapi tak mendapatkanmu
 
 
Lelahnya diriku berjalan…
 
Membuat luka yang sangat dalam
 
Kini diriku t'lah sirna
 
Hancur tak terobati karna cintamu

Mencintaimu Selamanya

0 komentar


Cakrawala mulai kelabu
Saat kubaca
Akan perpisahan dari bola matamu
Kau katakan Bahwa kita akan bertemu lagi.

Padahal dari lubuk hati kutahu
Ini sudah berakhir
Kuingat kata-katamu dengan jelas
Selain ucapan selamat tinggal

Bahwa waktu
Suatu saat akan mempertemukan lagi
Kau dan aku
Seperti pelangi datang
Setelah mentari bersinar
Tinggalkan hujan

Kau katakan waktu
Akan mengabulkan permintaan kalbu kita
Untuk melanjutkan lagi
Penggalan kisah yang terputus

Walau tanpa kau sadari
Kita telah berbeda Yang kuharap
Waktu menepis bayangmu
Di hari-hariku

Namun kutakut
Kusadari alami hal yang serupa
Sementara tiada yang mampu
Dapat mengganti tempatmu Di hatiku !
Hanya sebuah keputusasaan...
Mengapa waktu
Tak dapat membuatku berhenti mencintaimu

Andai

0 komentar


terdamparnya aku dipantai hatimu,

tersesatnya aku digurun kalbumu

terjatuhnya aku di lembah kasihmu,

akan membuat kau perduli padaku,



akan membawamu kedalam keseharianku,

dan membebaskanku dari dahaga,

beberapa teguk air kasihmu,

kuberanikan jiwa ini,

untuk berdamai dengan kebahagiaan

Hidup Yang Terbelenggu

0 komentar


Nafas masih menderu seiring waktu berjalan
Mata sulit untuk terpejam
Dalam keheningan malam daku selalu terjaga
Masa depan dan cinta berbaur menjadi satu

Mengapa tak seorangpun dapat memahami
Mengapa semua hanya inginkan kemauannya
Walau seiring waktu tanpa pernah menghiraukanku
Dalam curiga tanpa pengertian dan kasih sayang

Hidupku yang terbelenggu
Inginkan kebebasan bagai angin yang bertiup
Ntah sampai kapan…
Atau siapa yang sudi melepaskan belenggu ini
Hingga nafas ini semakin sesak
Seiring waktu jiwa masih terbelenggu

Kapankah seberkas cahaya itu menerangiku
Bilakah ada yang sudi memahamiku
Kapankah daku dapat bebas seperti burung-burung
Yang dapat menentukan tujuan hingga kemana
Tanpa harus berpacu dalam waktu yang sesak
Waktu yang membelenggu jiwa ini

Diselubung Rindu

0 komentar


Sejenak aku merenungi kisah yang silam
Biarlah aku menanggung luka yang ada didalam
Walau berakhir sudah kisah cinta kita...
Biarlah kau tetap permata dalam hatiku

Sungguh berat bagi diriku
Tak tahu arah dan mana tuju
Segala-galanya menjadi tak menentu
Hati ini diselubung rindu

Walau pahit kan kutelan semua
Namun didalam yang merasa
Apa dibuat serba tak ada yang nyata
Pastinya kecewa dan kan hampa

Aku terus melangkah pergi
Hanya bertemankan sekeping hati
Jalanku dipenuhi ranjau berduri
Sakit tak tertahan membawa luka pedih...perih

Disatu sudut ku terdampar
Kelu dan kesah dalam sadar
Semua kerana peristiwa itu
Pahitnya jiwa ini, diselubung rindu

Dibalik Puing-Puing Kepedihan

0 komentar


Sunyiku Berteman Kesendirian
 
 Dibalik Cinta Yang T'lah Tenggelam
 
Kutinggalkan Telaga Yang Bening
 
Tuk Menghapus Kesunyian Dalam Kepedihan
 
Aku Terus Melangkah…Walau Sambil Tertatih
 
Telaga Bagaikan Pulau Membentang…
 
Walau T'lah Jauh Aku Melangkah…
 
Walau Beribu Pulau T'lah ku Seberangi
 
Walau Jauh Didepan Mata…Namun Aku Takbisa Lepas
 
Aku Berlayar…Namun S'lalu Tenggelam
 
Aku Trus melangkah…Walau Harus Tertatih
 
Luka Pedih Perih Dalam Jiwa Ini Mungkin Takkan Terobati
 
Cinta Memang Menyiksa…Namun Mengapa Tak Pernah Hilang
 
Dibalik Puing-Puing Kepedihan Aku Bertanya…
 
Apa Arti Semua ini…
 
Mengapa Telaga Yanga Bening Dapat Menghanyutkan…
 
Hingga Membuat Luka Yang Sangat Dalam…
 
Sampai Kapankah Aku Dalam Kesendirian…
 
Sendiri…Dibalik Puing-Puing Kepedihan

Di November Itu

0 komentar


Daun daun berguguran, bayu dingin bertiupan
Di bulan september itu

Masih segar di ingatan
Kasih cinta kau bisikkan
Menguji perasaan

Hadirmu kasih di kala sepi
Dan lara merundung ruang hati
Duka ku kau akhiri

Telah lama ku dambakan kemesraan dan belaian…
Dari insan seperti mu

Ketulusan... kejujuran
Kesetiaan... keikhlasan
Engkau pertahankan

Asmara ini membawa aku terbang tinggi bagaikan…
Dibuai mimpi yang tiada berpenghujung damainya

Di September itu…
Hadirmu menyinari hidupku
Di bulan September itu…oh dunia indah
Bagaikan bayangan syurga
Ku syukuri pertemuan itu

Demi Kasih Sayang

0 komentar


Lupakanlah diriku dari kaca fikiranmu

Andaikan kau bersamaku mungkin kau takkan bahagia

Aku bukannya insan yang inginkan cinta percuma

Sehingga aku sanggup mendampingmu walau berabad lama

Cintaku bukanlah karena harta

Cintaku tidak pernah karena paras rupamu

Sadarilah kasih, cintaku berharap hingga ke syurga

Bersama-sama denganmu

Demi kasih sayang yang aku pertahankan…

Sanggup ku meniti malam tanpa mimpi

Jiwaku bergelora bila kita dapat berdua

 Hingga keakhir hayat, untuk selama-lamanya

Istana Mimpi

0 komentar


Di bayang wajahmu

Telah ku temukan sinaran kasih

Yang lama lelah aku mencari

Di masa yang lalu…

Kau datang padaku

Kau tawarkan hati nan lugu

Selalu mencoba mengerti hasrat dan berkasih

Dalam jiwaku yang hampir mati

Kau nyanyikan untuk ku sebuah lagu…

Tentang cinta dan kehidupan

Dimana kedamaian menjadi istananya

Dan kini telah kau bawa aku menuju kesana…

Dalam istana mimpi

Ternyata hatimu penuh dengan bahasa kasih

Dan terungkapkan dengan pasti

Alam suka dan sedih

Dalam istana mimpi

Jalan Setapak

0 komentar


Aku melangkah menyelusuri jalan setapak
Untuk mencari jalanku yang telah hilang
Hilang bersamaan mentahari yang tenggelam
Di balik rembulan yang tersenyum kaku

Dalam pencarian, aku menjadi ragu…
Sebab langitpun tak mendukungku
Dibawah guyuran hujan aku melangkah…
Dan kini aku telah menggigil kaku

Namun…ku tak pedulikan semua itu lagi
Walau langkah ini berkeliling semak belukar
Yang dipenuhi ranjau berduri…
Yang menusuk kaki hingga kejantung
Pedih perih luka ini harus tetap kutahan
Walau nafas ini telah sejak, selusuru jalan setapak


Kini walau dengan separuh nyawa…
Aku tetap mencarinya, mencari dan terus melangkah
Walau kini langkah ku tak sempurna lagi…
Sebab separuh jalan telah ku lewati…
Dan aku tak ingin semuanya kan sia-sia
Hingga kepedihan ini berganti dengan kebahagian

Jiwa Yang Hampa

0 komentar


Hampa…
Hanya dalam belaian hasrat sementara
Pada lentera yang hampir redup
Yang tertiup angin pada senja hari…
Menyambut kedatangan hujan dalam kelam

Jiwa yang hampa…
Masih adakah setetes air untuknya…
Masih sempatkah setitik cahaya menerangi hidup ini…
Dalam penantian diujung kehidupan…
Yang kini telah tampak lelah…
Mencari dalam pekatnya kehidupan

Disamping keinginan dalam angan…
Menanti hanya dalam mimpi saja…
Memanggil walau hanya lambaian saja…
Merindu walau hanya didalam dada…
Dan merangkai walau hanya pelepas kata…


Jiwa yang hampah…
Bersimbahkan hidup dalam derita…
Derita Cinta yang tak berbayang…
Derita Cinta yang tak mengenal kepastian…
Dibalik hasrat yang berjuta impian…

Cinta yang hampa…
Adalah jiwa yang hampa…
Hampa oleh kenyataan yang peka…
Terhadap suka cita berakhir kecewa…
Sebabkan derita menciptakan jiwa yang hampa

Kasih Kita

0 komentar


Telah lama ku lalui…
Perjalanan penuh ranjau dan berduri
Kini tiba cahaya cinta suci
Menerangi diriku yang sepi

Meskipun ada yang menguji…
Memang lumrah, insan di dunia ini
Bersabarlah…mengarunginya

Pertama kali…aku bahagia
Kau menerima diri ini…
Insan biasa yang mempunyai kelemahan

Aku juga tak mengharapkan…
Intan permata, kemewahan
Cinta yang murni, keikhlasan hati
Semoga selalu bersama kasih kita


Hati berharapan…
Agar hidup takkan sendiri lagi
Doa restu dari yang tercinta
Fahamilah cinta mulia

Lukisan Air Mata

0 komentar


Derap langkah menyelusuri kuas kehidupan

Menggambar sejuta kenangan bersamamu

Dalam sebuah kenangan lautan air mata

Melayari kehidupan direntang samudra

Kini terselubunglah hati yang terpenjara

Dibalik sebuah lukisan air mata dalam penantian

Terlihat seraut wajah yang bermuram…

Tanpa ada canda dan tawa lagi…

Hanyalah sebuah harapan yang tersisa

Lukisan air mata…

Tak ada yang indah untuk diresapi

Hanya sekeping hati yang melontarkan nestapa

Dibalik percikan tinta tak berwarna

Tertunduk diam, hanya membisu…

Bila Kukatakan Padamu

0 komentar


Bila kukatakan padamu
Senyummu telah menjeratku
Tatap matamu telah membuaiku
Nada tawamu terekam halus dalam kalbu
Akankah kau perduli dengan semua itu?

Bila kukatakan padamu
Setiap kutiada melihatmu
Tumbuh setangkai rindu
Setiap anganku bersamamu
Menjadi hasrat yang menggebu
Kelamnya malam tiada dapat menghabarkan bayang raut wajahmu

Bila kukatakan padamu
Bahwa kau beri daku
Resah dan damai dalam kehidupanku
Akankah kau tawarkan sebuah kata untukku

Bila kukatakan padamu
Bahwa kau telah menjadi satu rahasia hidupku
Bahwa aku menikmati manis senyummu
Bahwa palingan wajahmu sudah cukup untukku
Bahwa di hati telah tumbuh asa satu
Tentangmu... tentangku
Bahwa aku diam-diam mengagumimu
Akankah kau rasa semua itu ?

Bila kumohon padamu
Untuk sebuah kesempatan untukku
Akankah kau beri aku sebuah cara?
Akankah kau pecahkan kekakuan antara kita

Dalam Kerinduan

0 komentar


Dalam sepi kucipta bayangmu

Kususun pesonamu lewat kesendirianku

Mendekap kesunyian malam

Membelai kehampaan

Betapa berat kurasakan...

Beban rasa dalam kerinduan

Merintih pilu menyesak dalam pikiran

Kutawarkan dengan bayangan

Sambil merangkai sejuta harapan

Saat nan indah dalam pelukan

Irama malam menjadi hiburan

Tarian nyamuk menjadi teman

Binatang² malam kian asyik menari nari

Tiada tahu rindunya hati kini

Betapa ingin kudekap dirimu

Karna sekarang yg bisa hanya bayangmu

Minggu, 29 Juli 2012

Cara Cepat Update PageRank

0 komentar


If there are friends who want to know how how to How To Quickly Update PageRank from Google with a simple easy way and of course get it over with hopefully after reading some of the ways and explanations below can be easily managed to get google pagerank with easy tips for this time I will try to invite you all to take advantage of the awesomeness factor of time and speed the deployment of these in the form of backlink.How to quickly update PageRank really easy, you need to do is put these links in your blog or article.
1. Google2. Paypal Indoneaftarsia3. SEOTutorial4. Serdadu Banten
5. Learning Computer Science6. Latest SmadAV7. Yahoo8. Health Information9. Indonesia Seo10.Blog Serdadu Banten
But remember, before you put the link above, you must remove the participant number 1 from the list. So that all participants gained 1 level. Who was number 2 be number 1, number 3 was 2, and so on. Then insert your own link at the bottom (number 10).If each participant can take only 5 people, then the number of backlinks that will be obtained is
When you position 10, the number of backlinks = 1Position 9, Number backlink = 5Position 8, Number backlink = 25Position 7, Number backlink = 125Position 6, Number backlink = 625Position 5, Number backlink = 3.125Position 4, Number backlink = 15.625Position 3, Number backlink = 78.125Position 2, Number backlink = 390.625Position 1, Number backlink = 1,953,125
And all of them use keywords that you want. In terms of SEO you've got 1,953,125 backlinks and side effects if a web visitor clicks on the link that your referrals, you also create a blog to get additional traffic.
Well, please copy and paste this article, and remove the participant number 1 and add a link blog / website you are in position 10. Remember, you have to start from 10th position for maximum results. Because if you are suddenly in position 1, then the link you will be lost once someone has entered the top 10. Good luck practicing tips How to quickly update PageRank OK friend!

Sabtu, 28 Juli 2012

Maaf,,,,

0 komentar


Maaf…atas segala yang berlaku
Tak ingin ku ulangi untuk kedua kali

Amarah yang kau pendam
Lahir dari perbuatanku…dan aku mengerti
Sekiranya kau membenciku
Lalu menyisihkan diriku

Jika tiada maaf bagimu…apalah dayaku
Karena yang bersalah adalah aku
Seorang insan tak punya apa-apa
Hanya sekeping hati yang merasa berdosa


Maafkanlah…
Kesilapan itu kesilapanku
Lakukanlah apa yang kau mau
Anggaplah aku seorang penipu cintamu
Dan akulah yang bersalah
Akulah...

Sebuah kemaafan…hanya itu yang kupinta
Darimu...sayang....

Malam Ini

0 komentar


Kurasakan rindu padamu…
Waktu kupejam mata ini
Bayangmu selalu hadir tersenyum

Ku ingin di malam ini…
Kau hadir di sisiku
Tuk lepaskan semua rinduku…
Yang lama terpendam di dalam hati ini

Malam ini…
Sepi tanpa dirimu kasih…
Hanya satu yang ku inginkan…kau ada di sini

Janganlah engkau risaukan…
Cintaku yang tulus ini
Tiada lagi selain dirimu
Yang ada di hati…yang ada di hati ini

Memory Semalam

0 komentar


Semalam ku dengar gemerisik suara kidung
Dalam mengalun irama syahdu
Aku terlena pada kesunyian malam
Dibuai mimpi bersama mu

Hari ini…
Jalan ku lalui bagaikan berbalik arah arah
Tiada gapaian harus ku susuri
Hanya debu merah membentang yang menyengat
Setiap langkahku…

Dan…aku…
Pergi jauh…Jauh...berbalik arah
Pelangi senja…tanpa terlewati
Tanpa suara memanggilmu
Sayangnya...
Memori semalam masih terhitung
Bersama warna pelangi

Sekeping Hati

0 komentar


Sekeping hati…begitu sukar tuk ku tawan
Ia dekat tapi terasa jauh
Ia mudah tapi terasa susah
Apa pendinding yang ia pakai
Hingga sukar benar untuk ku menang ?

Ingin sekali ku miliki hati itu
Sekeping hati yang ku anggap tulus ikhlas dan suci
Semakin ku ingin gapai semakin menjauh
Semakin dirapat semakin berjarak

sekeping hati itu…
Ingin sekali ku miliki sebagai teman hatiku yang lara
Buat penawar diriku yang luka
Apalah daya ku, aku insan biasa
Yang ingin sungguh tak terbeli
Hendak bicara mulut terkunci
Aku sadar kekurangan diri
Tidak mampu berikan itu dan ini

Wahai sekeping hati…
Berilah aku peluang…berilah aku sedikit ruang
Biar hanya sedetik…Biar hanya setitik
Ingin sekali ku memilikimu
Ingin sekali ku bertakhta di hatimu

Walau hanya seketika
Menjadi Raja biar hanya di pojok pintu
Agar keresahan diriku hilang
Tak sanggup untuk tidak pernah merasa
Untuk tidak pernah memilikimu
Walau hanya sekejap saja

Wahai sekeping hati…
Sudihkah kau untukku…?

Semua Tak Terlupakan

0 komentar


Waktu Itu Masih Ada
Setapak Janji Masih Tertanam Didalam Cinta
Tiada Yang Mengajariku Mengingatmu
Tiada Pula Yang Mengajariku Mencintaimu

Kini Hatiku Telah Terbakar
Disaat Ku Terbangun Tubuhku Terasa Hangat
Seperti Kau memelukku Disaat Kuterlelap
Kini Cintaku Semakin Membara
Hatiku Membara Oleh Kasihmu

Bagaimana Hatikukan Sejuk
Bagaimana Ku Melupakan Cintamu
Sekian Lama Dan Begitu Jauh
Aku Masih Teringat Padamu
Mengaharapkan Cintamu

Walaupun Lautan Telah Kering
Tidak Pada Cintaku
Senyumanmu…Kata-kata Manismu…Dan Rayuan Cintamu
Masih Tersimpan Dibenakku
Karena Itu Ku Takkuasa Melupakanmu

Hangatnya Cintaku Padamu
Tentu Jua Tak Dapat Kau Lupakan
Beningnya Kasihmu Padaku
Membuat Semua Tak Terlupakan

Rahasia Antara Kita Berdua

0 komentar


Rahasia Waktu......
Adalah...
Saat aku mengenalmu
Saat aku menyukaimu

Dengan atau tanpa izinmu
Adalah....
Misteri yang mampu mempertemukan kita
Dalam sebuah cerita dan kisah

Mengenang kembali saat sahaja
Adalah..
Adanya kasih dalam diam
Adanya rasa yang terdiam

Adanya api dalam sekam
Adalah..
Bila kita minta dan duga Untuk memperbaiki sebuah kisah
Menunggu hembusan Ilahi Untuk sepenggal sekenario agung
Antara kita berdua

Mencintaimu Selamanya

0 komentar


Cakrawala mulai kelabu
Saat kubaca
Akan perpisahan dari bola matamu
Kau katakan Bahwa kita akan bertemu lagi.

Padahal dari lubuk hati kutahu
Ini sudah berakhir
Kuingat kata-katamu dengan jelas
Selain ucapan selamat tinggal

Bahwa waktu
Suatu saat akan mempertemukan lagi
Kau dan aku
Seperti pelangi datang
Setelah mentari bersinar
Tinggalkan hujan

Kau katakan waktu
Akan mengabulkan permintaan kalbu kita
Untuk melanjutkan lagi
Penggalan kisah yang terputus

Walau tanpa kau sadari
Kita telah berbeda Yang kuharap
Waktu menepis bayangmu
Di hari-hariku

Namun kutakut
Kusadari alami hal yang serupa
Sementara tiada yang mampu
Dapat mengganti tempatmu Di hatiku !
Hanya sebuah keputusasaan...
Mengapa waktu
Tak dapat membuatku berhenti mencintaimu

Maaf?

0 komentar


Maaf..???
 
 Apa gunanya memohon maaf...
 
Jika maknanya sudah tiada....
 
Pintamu terlalu kerap
 
Atas kesilapan berulang-ulang...
 
Menjadikan itu pelarian...
 
Mainan kata-kata teramat murah....
 
Jadi tak usah lagi kau ucap kata "maaf"

Apa Gunanya

0 komentar


Apa gunanya bicara jika tuturnya mengundang luka…?
Pada hati yang bersedia parah menanggung beban kecewa…
Seribu duka terpendam teramat dalam…

Apa gunanya membujuk jika rajuknya sudah berdarah…?
Mengalir tanpa henti, pekat dan merah…
Hangat memikul sebab teramat ngeri…

Apa gunanya memohon maaf jika maknanya sudah tiada…?
Pintanya terlalu sering atas kesilapan berulang-ulang…
Menjadikan ia pelarian mainan kata-kata teramat murah…

Apa gunanya kesal jika segalanya sudah terlambat…?
Tak mungkin berpaling lagi menyambung suatu kebodohan…
Karena yang berlaku adalah bukti kecurangan…
Yang teramat nyata

Catatan Rindu

0 komentar


Ia tidak mengira waktu ketika tersebut…
Tetapi yang paling sering apabila hujan rintik-rintik di luar jendela
Beberapa kenangan hinggap di kacanya, tergaris oleh tetesan air…
Tetes-tetes cagar awan semuanya melembutkan perasaan…
Tetapi amat melukakan

Di sebuah pantai mentari jatuh ke muka laut, menyebut keindahan
Di kaki lembayung itu ia menyebut namanya…
Jikalah kau mentari, lautku kering…
Jikalah kau hujan, sungaiku banjir…
Ada suka dan duka pada bicaranya tetapi duka itulah yang lebih…
Mencatatkan rindu

Demikian lama ia menyembunyikan puisi-puisinya
Kecewa atau rindukah tanpa sempat terbaca
Ia telah membakarnya di bawah mentari…
Engkaukah yang pilu atau akukah yang terharu…?
Keharuan itulah yang membakar jiwa…
Tanpa waktu

Pertama kali di dengarnya petikan gitar…
Satu-satunya yang terdengar adalah sayunya bahasa hati…
Dari kepedihan yang tidak terucap, semoga engkau menyadari
Kedewasaan dari cinta yang hancur ada yang lebih sayu dari itu
Apabila semua tetap begini

Ia amat berharap diam tanpa persoalan
Bagai lembayung mengenangnya suatu keindahan…
Bagai awan lembutnya menumpaskan mata, suaranya adalah ilham…
Dialah kelembutan pertama mampir di padang senja
Menentang matanya bagai menahan gelombang
Seperti Tiga Tahun dahulu sebelum ada rindu yang lain…
Telah tercatatkan sebuah rindu

Di Balik Penantian

0 komentar


Penggalan kisah yang menanti
Berjalanlah dalam pelupuk desah…
Yang merayap ditepi dinding hati yang sepi

Berjalanlah demi sepenggal waktu dan sedetik kisah…
Tertuang dalam detik yang berdetak…
Dan rintihan yang terukir dalam detik yang menanti
Merajai sepi yang menepi, ditepi balutan tulang kisah kasihku

Aku tak pernah terasingkan…
Walaupun terasing telah mengasingkanku
Aku tak pernah terpuruk…
Walaupun keterpurukan telah memurukku

Aku hanya memendang tanpa keinginan untuk melihat
Kosong memang, tapi aku telah menemukan sesuatuku
Kecil memang, tapi dia yang menuntunku menemukan keindahan.

Jangan Menangis Sayang

0 komentar


Air matamu bak hujan turun…
Menghibakan lagi perasaanku
Keringkan pipimu, sayang…
Usah benarkan tangisanmu tercetus lagi di wajahmu
Walau terpaksa menangis di dalam hati…
Lebih baik begitu
Jangan menangis sayang
Perpisahan ini bukan dipinta
Terpaksa kita merelakannya
Yang berlalu biarkan berlalu
Sebenarnya kita tak ditakdirkan bersama
Terimalah kehendakNya, walaupun pahit untuk ditelan
Kita dicipta bukan untuk bersama
Jangan menangis sayang
Kenapa tangisanmu semakin laju?
Tetesan air matamu hanya menyayat pilu hatiku
Lupakan saja kenangan bersama kita dahulu, sayang
Binalah hidup barumu…
Kuyakin kau dapat menempuhinya…
Walau tanpa kehadiranku
Anggaplah pertemuan kita adalah takdirNya
Sekadar menguji kita dan anugerah kasih sayang yang tercipta…
Adalah suatu rahmat dariNya
Sayangku...jangan menangis lagi…
Aku kan tetap menyayangimu biarpun kita berpisah
Ingatan dan rinduku mengiringimu selalu
Doaku kau semoga bahagia selalu bersamamu
Kasihku padamu tak mungkin terpadamkan

Kekasih

0 komentar


Akan kupintal buih-buih menjadi tali mengikatmu
Akan kuanyam gelombang-gelombang…
Menjadi hamparan ranjang tidurmu

Akan kutenun awan-gemawan…
Menjadi selendang menudungi rambutmu
Akan kujahit bayu gunung menjadi baju pakaian malammu

Akan kupetik bintang timur…
Menjadi bingkai menyinari hatimu
Akan kujolok bulan gerhana menjadi selimut mimpimu
Akan kurebahkan matahari menjadi laut malammu
Menghirup sekar madumu

Kekasih, hitunglah mimpi yang membunuh reality…
Dengan syurga ilusi

Rahasia Antara Kita Berdua

0 komentar


Rahasia Waktu......
Adalah...
Saat aku mengenalmu
Saat aku menyukaimu

Dengan atau tanpa izinmu
Adalah....
Misteri yang mampu mempertemukan kita
Dalam sebuah cerita dan kisah

Mengenang kembali saat sahaja
Adalah..
Adanya kasih dalam diam
Adanya rasa yang terdiam

Adanya api dalam sekam
Adalah..
Bila kita minta dan duga Untuk memperbaiki sebuah kisah
Menunggu hembusan Ilahi Untuk sepenggal sekenario agung
Antara kita berdua

Kau Yang Ada Di Hatiku

0 komentar


Dari celah dinding kalbu
Dalam suatu pemisah
Antara kau dan aku
Kutatap seraut wajah manis
Yang kau lukis dengan goresan kanvas biru
Lahirkan senyum ranum
Yang terkadang kau tutup
Dengan kedua,Telapak tangan lentikmu
Pesonanya tetap mengalir
Lalui celah tangan halusmu
Aku ingin tetap bertahan
Lupakan segala yang kurasakan
Lalaikan segala gejolak yang ada
Tapi tak bisa!!
Tak ada yang terkikis
Semuanya menitis kharisma terlukis
Kenapa harus kenal dan temui sosokmu
Adakah kemungkinan kita menyatu
Bilakah hati kita berpadu ?
Sementar renta waktu
Menyadarkan aku
Bahwa tak ada lagi yang dapat
Menggantikan tempatmu dihatiku.

Kenangan Dan Harapan

0 komentar


Waktu itu masih ku ingat

Tiga tahun yang silam…

Kala itu bulan September musim penghujan

Saat kita bertemu dalam dunia maya

Yang membuahkan cinta dihati…kau dan aku



Kini…bermusim kita masih berjauhan

Direntangi samudra mimpi…

Yang ntah kapan kan menjadi nyata…

Walau dalam angan cinta masih terpahat indah

Dalam hati sanubari yang menyimpan segumpal rindu…

Misteri dan tanda tanya…bilakah itu terjadi



Saat ini adalah hari ulang tahunku…

Dalam musim yang berjauhan…

Akan kah kau masih ingat padaku…

Ingat akan janji kita dulu…

Bahwa selamanya cinta kita takkan pernah mati



Walau ntah sampai kapan…

Dan kuakui cinta tak selamanya harus memiliki…

Yang mungkin hanya sebatas dalam ingatan

Menjelang hari kan senja

Kamis, 26 Juli 2012

Doaku Buatmu Kekasih

0 komentar


Telah ku pendamkan perasaan ini…
Jauh di lubuk hati
Pasti takkan ada yang tahu
Hendak ku ungkapkan terasa malu
Andai cinta ditolak…hati akan terluka
Lalu ku doakan buatmu kasih
Agar terbuka pintu hatimu
Menerima diri ini seadanya

Doaku buatmu kasih…
Jangan diacuhkan perasaanku ini
Hati bergelora…
Jantung berdegup kencang
Tatkala kutatap wajahmu

Hendak disapa…
Lidah kelu…bisu seribu bahasa
Lantas hanya sebuah senyuman…
Penuh ikhlas kulemparkan padamu
Namun, apa ada pada senyuman…?
Jika hati ini memberontak duka
Kasih yang dipuja tak mengerti

Maka ku doakan buatmu kasih
Agar lembutlah hatimu
Untuk menerima rinduku ini
Sebagai pengobat segala resah di dada
Agar terbuka pintu hatimu
Untuk menerima cintaku…
Yang kian hari kian payah kupendam

Aku hanyalah lelaki biasa yang ingin dicinta
Dan hanya kaulah yang bisa menggetarkan duniaku
Namun, kadangkala hati rasa sangsi
Diakah takdir ku?

Harapan Yang Tak Abadi

0 komentar


Gelap sudah…
Kini tak ada lagi seberkas cahaya penerang
Hilang…hilang dan sirna sudah…
Hanya kesunyian memecah tabir kehidupan…
Bersama rentang mimpi yang tak penah ada
Dalam langkah yang telah gontai…
Hanyut terbawa duka yang tak terobati

Cinta…
Kini tak ada lagi, sebab malam tak bertanda…
Dan siang tak bercahaya, tertunduk malu dibalik awan
Hanya angin yang datang mengejek
Lewat serpihan debu-debu yang berterbangan

Kenangan…
Kini hanya sepantas angin berlalu…
Tinggalkan kehampaan dengan segumpal rindu dan kecewa
Hanya derita tanpa penawar…
Yang terbalut sekeping hati yang telah patah

Semuanya hanya kosong…
Menggambarkan berjuta harapan yang tak abadi
Semuanya hanyalah sebuah titipan…
Yang tak guna untuk disesali…
Berawal saat fajar, berakhir dikala senja

Tanpa Kau Fikir

0 komentar


Tahukah kau…
Suara ombak di tempatku berbeda dengan di tempat mu
Begitu jua saat fajar sinarannya berbeda di saat senja…
Dan semua itu membuat hati ini bertanya…
Kenapa harus ada derita bila bahagia tercipta…
Kenapa membedakan sang hitam bila putih menyenangkan…
Kenapa kau ajarkan aku bahagia, kau berikan aku derita

Atau Mungkin…
Senja kan tiba diperaduan yang tak berharap
Cahayanya menerangi batas-batas penderitaan
Pada malam yang tak berbintang dan fajar yang muram
Tanpa kepastian dari bekas-bekas yang tertinggal
Meraba kedalaman hati yang telah kosong kemudian menghilang
Yang telah hanyut dibawa ombak

Kini…
Sanggupkan aku berjalan dalam kegelapan…
Sebab lentera kehidupan telah kau tiup…
Berlalu saat kau menghilang begitu saja…
Tanpa ada sebuah kata yang bertahta dihati…
Hanya perbedaan dan perubahan yang ku tak tahu…
Kemana arah dan kemana tuju…
Yang kau lempar sambil menutup mata…
Tanpa kau fikirkan.

Maafkan Aku

0 komentar


Kegundahanku coba menghantuiku
Kerisauan ku coba tuk melupakanmu
Maafkan aku yang membenci dirimu.
Ku tak ingin ini terjadi tapi haruslah terjadi juga

Maafkan aku yang tak ingin menyapa dirimu
Ku tak ingin terluka oleh keangkuhan sikapmu itu
Derita yang kutahan melukai jiwa ini…
Luka yang kau berikan…
Meninggalkan setiap semangat hatiku…

Mengapa engkau angkuh kepadaku…?
Menepiskan semua pertanyaanku…
Meninggalkan kesendirianku…

Kau takkan pernah bisa untuk menjawabnya!
Karena engkau tak ingin menjawabnya…
Ku ingin melupakan dirimu
Menghapus semua kenangan tentangmu
Dan menyendiri untuk melupakanmu

Tetapi…
Buanglah tatapanmu dariku…
Yang kan membuatku ingat dirimu kembali
Yang kan melukai batinku lagi…
Dan yang kan mengusik mimpi mimpiku kembali

Kau terlalu angkuh tuk kutemani…
Terlalu sombong tuk kudekati…
Terlalu munafik tuk ku berbagi…

Maafkan aku…
Aku hanya ingin kau mengerti tentang risau hati ini
Dan buanglah angkuhmu untuk diriku…
Yang kerap kali melukai jiwa ini

Aku ingin kau kembali…
Kembali pada diri ini…
Karena aku…

Sebuah Surat

0 komentar


Pintu kamar ini telah tertutup
 
Jalan itu tinggal kerikil dan debu
 
Hujan yang datang tiba-tiba…
 
Kitalah yang terhempas di pantai
 
Dan mencatat atas nama pencarian cinta

Yang kita ketahui bagai pelayaran…
 
Akan kembali ke pelabuhan menuju jalan diri
 
Demikianlah aku akan menulis padamu…
 
Dari kamar ini yang sering menyaksikan pernyataan hidupku

Tetapi entah untuk ke berapa kali surat ini tertutup…
 
Dan diam…dengan keinsafan daun-daun luruh…
 
Menghentikan impian subuh

Apa Gunanya Kesal

0 komentar


Apa gunanya kesal...
 
jika segalanya sudah terlambat...
 
tak mungkin berpaling lagi...
 
menyambung suatu kebodohan...
 
kerana yang berlaku ...
 
adalah bukti kecuranganmu teramat nyata......

Hasratku Kepadamu

0 komentar


Hasrat ku kepadamu

Bagaikan hasrat ke kepuncak

Terpendam bisu aku kalah, rebah dan lemas

Hatimu di menangkan orang lain



Saat ini

Tak seorangpun menoleh lagi padaku

Seakan dunia ikut tertawa

Membiarkanku di awang awang

Agar neraka menjadi milikku

Dan kehancuran bersama ku saat ini

Aku Selalu Mencoba

0 komentar


Aku mencoba menghampirimu…
Mencoba mendekatimu…
Dan mencoba menyusup ke hatimu

Saat ku mencoba memandangmu…
Tersenyumlah engkau dengan berjuta pesonamu
Tertawalah engkau dengan ratusan bahagiamu

Saat ku berada di dekatmu…
Pelan pelan kumulai merasa bimbang
Aku mulai merasakan takut
Dan mulai merasakan gentar

Entah apa yang kurasakan
Entah apa yang kuhayalkan
Merasa kau adalah kekasihku
Merasa kau adalah milikku

Kucoba memegang erat halusnya tanganmu
Mencoba menyentuh indahnya dirimu
Mencoba mendekap hangatnya pelukmu

Dan kau…
Apakah yang kau rasa…?
Apakah yang kau hayal…?

Disaat ku bersamamu…
Terasa getaran getaran menyelimuti jiwa ini
Terasa jutaan kicauan burung terdengar di telinga ini…
Dan terasa berada di timbunan salju

Hari demi hari…
Coba dekati dan menghampiri…
Menit demi menit coba tuk memandangmu…
Dan detik demi detik mencoba merasakan jiwamu…

Dan aku…
Ingin dirimu selalu berada di dekatku…
Aku…ingin selalu berada di sampingmu..

Saat kau berada di sampingku…
Dunia seakan akan terasa damai…
Pohon pohon seakan akan terasa melambai lambai
Anginpun terasa seakan akan membelai…
Saat kau berada di sampingku, entah apa yang kurasa
Detak jantung mulai belari lari…
Hati mulai terasa gelisah…
Dan pikiran mulai terasa melayang layang…

Saat kucoba menyentuh tanganmu…
Hati mulai berontak tak ingin tetapi tetap terpikirkan…

Sesaat kita bersama…
Menjadi teman yang akrab…
Bersama sesaat kau coba sudahi…
Tak ingin aku ada di sampingmu…

Aku yang selalu ingin berada di hatimu
Mencoba membuat diriku merasuki jiwamu
Aku t’lah mencoba apa yang dapat aku coba
Dan ingin mendapat apa yang dapat kudapatkan darimu

Walau ku tak tahu pasti siapa dirimu…
Namun aku selalu pasti bagaimana isi hatimu
Karena kau selalu berada di hatiku
Dan menjadi bagian dari setiap desah nafasku
Dan kau menjadi musik dalam hidupku…

Lewat tatapan matamu..
Padamkanlah sejenak risau hati ini
Redupkanlah jiwa raga ini…karena kutahu…
Hanya engkaulah yang bisa melakukan itu semua…

Dia Yang Disana

0 komentar


Dia yang di sana menyimpan erat sejuta luka
Dalam jiwa yang merana, di lubuk hati yang terluka
Dia yang di sana ingin kulihat kembali ceria
Hilangkan sedih dan dukanya karena dia sedang terluka

Dia yang disana kini hilang entah kemana
Tanpa kabar entah dimana karena dia sangat terluka
Dia yang di sana berduka karena cinta
Kasih yang tercinta telah berubah hatinya

Dia yang di sana terbujur kaku wajah manisnya
Akhiri hidup sia sia...
Kini dia telah tiada...

Ingin Ku Katakan

0 komentar


Meresap angan di dinding hati
Mencoba dekati sejuknya hatimu
Mencoba meraih manisnya senyummu
Di setiap menit senyuman darimu

Disaat kekosongan melanda hatiku
Berkelana mencari dirimu yang t’lah pergi
Dalam desir desir mimpi…
Kuterus terbayang akan dirimu
Di saat bisikan angin melelapkan ku
Kurasakan sejuknya angin yang membelaiku

Tak ingin kulepaskan dirimu
Tak ingin membiarkan kekosongan di hatimu
Akupun masih berharap…
Kau mau menjadi milikku…

Hanya keajaibanlah yang mungkin bisa…
Membuat dirimu menyukai diriku…
Ku langkahkan kaki ke arahmu…
Terasa berat ...

Ingin kuperdengarkan sesuatu…
Sesuatu di daun telingamu…
Kata kata yang ingin terlontar dari bisikan hati ini
Kata kata yang tertimbun di hati ini

Namun aku adalah penakut yang pengecut
Mendekatimu membuatku gugup
Mengahampirimu membuatku kecut
Dan mengatakannya membuatku redup
Karena aku ingin mengucapkan tiga kata untuk dirimu
Aku Suka Padamu…

Jiwa Yang Sepi

0 komentar


Kubiarkan kesepian menyelimuti hidupku
Dalam kehampaan merona dalam jiwaku
Mewarnai setiap detik nafasku
Menghantui setiap getar dadaku

Kucari entah dimana dia berada
Menghempas semua asa melemah tiada rasa
Tiada kurasa mengerti akan adanya…
Datanglah wahai bidadari cinta…

Di sela kehampaan kurasakan kesunyian
Terasa menyakitkan rasa kesepian
Kembalikan jiwaku yang s’lalu menginginkan dirimu
Jiwa yang selalu haus dalam pencarian seseorang

Dimanakah orang yang kucari…
Lelah kaki melangkah yang tiada terarah
Merasakan letih…hingga tak mampu merintih…
Ingin hapuskan rasa kesepian ini…
Siapakah yang mampu kembalikan jiwa ini kembali…

Kau Yang Terindah

0 komentar


Hanya mampu ku tertunduk…
Saat menatap indah wajahmu
Hanya mampu kumembisu...
Saat mendengar suara merdumu

Indah wajahmu bagai dewi...
Manis senyummu bagai rembulan...
Mungkin hanya seribu puisi...
Yang sanggup lukiskan semua...

Gemulai gerakmu…
Ringan langkahmu…
Membuat semua orang terpesona

Tak mampu ku berkata…
Tuk lukiskan semuanya...
Tercita tuk memilikimu...
Walau hanya dalam mimpi...

Mencintaimu Selamanya

0 komentar


Cakrawala mulai kelabu
Saat kubaca
Akan perpisahan dari bola matamu
Kau katakan Bahwa kita akan bertemu lagi.

Padahal dari lubuk hati kutahu
Ini sudah berakhir
Kuingat kata-katamu dengan jelas
Selain ucapan selamat tinggal

Bahwa waktu
Suatu saat akan mempertemukan lagi
Kau dan aku
Seperti pelangi datang
Setelah mentari bersinar
Tinggalkan hujan

Kau katakan waktu
Akan mengabulkan permintaan kalbu kita
Untuk melanjutkan lagi
Penggalan kisah yang terputus

Walau tanpa kau sadari
Kita telah berbeda Yang kuharap
Waktu menepis bayangmu
Di hari-hariku

Namun kutakut
Kusadari alami hal yang serupa
Sementara tiada yang mampu
Dapat mengganti tempatmu Di hatiku !
Hanya sebuah keputusasaan...
Mengapa waktu
Tak dapat membuatku berhenti mencintaimu

Kau Yang Ada Di Hatiku

0 komentar


Dari celah dinding kalbu
Dalam suatu pemisah
Antara kau dan aku
Kutatap seraut wajah manis
Yang kau lukis dengan goresan kanvas biru
Lahirkan senyum ranum
Yang terkadang kau tutup
Dengan kedua,Telapak tangan lentikmu
Pesonanya tetap mengalir
Lalui celah tangan halusmu
Aku ingin tetap bertahan
Lupakan segala yang kurasakan
Lalaikan segala gejolak yang ada
Tapi tak bisa!!
Tak ada yang terkikis
Semuanya menitis kharisma terlukis
Kenapa harus kenal dan temui sosokmu
Adakah kemungkinan kita menyatu
Bilakah hati kita berpadu ?
Sementar renta waktu
Menyadarkan aku
Bahwa tak ada lagi yang dapat
Menggantikan tempatmu dihatiku.

Apa Gunanya

0 komentar


Hai sayangku
 
 Apa gunanya bicara ....
 
jika tuturmu mengundang luka...
 
pada hati yang sedia
 
parah menanggung beban kecewa....
 
seribu duka terpendam teramat dalam....
 
 Apa gunanya membujuk
 
 jika rajukmu sudah berdarah....
 
 mengalir tanpa henti pekat dan merah...
 
hangat memikul sebak teramat ngeri..hiks....

Terima Kasih Padamu

0 komentar


aKu hadir di hidupku

Seakan jawaban kepada doaku....

Dengan takdir Tuhan kita bertemu....

Sayangku...kekasihku ...


Kau penawar jiwa

yang dalam kekosongan ....

kau menyentuh naluri cintaku...

kau mengajarku menyayangi .....
dan jua merindui..........

Kata Mutiara Islam Terbaru 2012

0 komentar



Kata Mutiara Islam adalah kata kata mutiara yang indah dan bagus di ucapkan kepada orang. disini sobat bisa melihat kata mutiara islami yang paling indah diantara untaian kata kata bijak islami.

Jika sobat adalah seorang muslim, katakanlah jika hidup hanyalah untukNya dan ucapkan kata kata indah islami dalam setiap ucapan kita Kata mutiara Islam terbaru ini alangkah baiknya kita terapkan didalam kehidupan kita yang dapat mendekatkan kita sekaligus mengigatkan kita atas kebesaran Allah SWT.

kata mutiara islam

   Ø  “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”

   Ø   “Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”

   Ø  “Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”

   Ø  “Seorang laki-laki seringkali mendatangi Imam Ja‘far as, kemudian dia tidak pernah lagi datang. Tatkala Imam as menanyakan keadaannya, seseorang menjawab dengan nada sinis, “Dia seorang penggali sumur.” Imam as membalasnya, “Hakekat seorang lelaki ada pada akal budinya, kehormatannya ada pada agamanya, kemuliannya ada pada ketakwaannya, dan semua manusia sama-sama sebagai Bani Adam.”

   Ø  “Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit.”

   Ø  “Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”
   Ø  “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”

   Ø  “Kuwasiatkan lima hal kepadamu : (1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim, (2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat, (3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, (4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan (5) jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.

   Ø  “Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya”.

   Ø  “Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”. “Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.

   Ø  “(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.

   Ø  “Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup”.

   Ø  “Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.

   Ø  “Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.

   Ø  “Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid”.

   Ø  “Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.

   Ø  “Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.

   Ø  “Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.

   Ø  “Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya”.

   Ø  “Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`, mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda ajal tiba”.

   Ø  “Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jika mereka mengatakan itu kepadamu”.

   Ø  “Allah akan memberikan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”.

   Ø  “Bersikaplah wara’, berusahalah selalu, jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia adalah orang baik maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan amanat kepadaku, niscaya akan kuberikan kepadanya”.

   Ø  “Ghibah adalah engkau membicarakan aib (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui oleh orang lain), dan menuduh adalah engkau membicarakan aib yang tidak dimiliki olehnya”.

   Ø  “Allah membenci pencela yang tidak memiliki harga diri”.

   Ø  “(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.

   Ø  “Ibadah yang terbaik adalah menjaga perut dan kemaluan”.

   Ø  “Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.

   Ø  “Ketika Allah menciptakan akal, Ia berfirman kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan, siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.

   Ø  “Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia.”

   Ø  “Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu”.

   Ø  “Barang siapa yang mengeluarkan fatwa tanpa ilmu yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.

   Ø  “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.

   Ø  “Faqih yang sebenarnya adalah orang yang zahid terhadap dunia, rindu akhirat dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAWW”.

   Ø  “Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa cela-mencela”.

   Ø  “Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan meninggal dunia kecuali ia telah merasakan siksanya: kezaliman, memutuskan tali silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah berperang melawan Allah”.

   Ø  “Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.

   Ø  “Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.

   Ø  “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”

   Ø  “Berdoa untuk orang lain

   Ø  “Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya”.

   Ø  “Mata-mata yang tidak akan menangis

   Ø  “Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.

   Ø  Orang yang tamak bak ulat sutra “Perumpamaan orang yang tamak bagaikan ulat sutra. Ketika sutra yang melilitnya bertambah banyak, sangat jauh kemungkinan baginya untuk bisa keluar sehingga ia akan mati kesedihan di dalam sarangnya sendiri”.

   Ø  “Jangan berwajah dua

   Ø  “Hamba yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dan bermulut dua; ia memuji saudaranya di hadapannya dan menghibahnya di belakangnya, jika saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri dan jika ia ditimpa musibah, ia menghinanya”.

   Ø  “Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah)

   Ø  “Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani)

   Ø  “Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)

   Ø  “Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

   Ø  ”Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

   Ø  “Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)

   Ø  “Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

   Ø  “Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)

   Ø  “Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)

   Ø  “Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)

   Ø  “Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)

   Ø  “Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)
               Semoga kata mutiara islam terbaru 2012 ini bermanfaat bagi kita semua

About me

Maaf Ya, Di Blog Ini Tidak Di Ijinkan Untuk Klik Kanan

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Minima 4 coloum Blogger Template by Serdadu Banten.
Simplicity Edited by Serdadu Banten's Template