Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta Bag 07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta Bag 07. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

Apa Gunanya

0 komentar


Apa gunanya bicara jika tuturnya mengundang luka…?
Pada hati yang bersedia parah menanggung beban kecewa…
Seribu duka terpendam teramat dalam…

Apa gunanya membujuk jika rajuknya sudah berdarah…?
Mengalir tanpa henti, pekat dan merah…
Hangat memikul sebab teramat ngeri…

Apa gunanya memohon maaf jika maknanya sudah tiada…?
Pintanya terlalu sering atas kesilapan berulang-ulang…
Menjadikan ia pelarian mainan kata-kata teramat murah…

Apa gunanya kesal jika segalanya sudah terlambat…?
Tak mungkin berpaling lagi menyambung suatu kebodohan…
Karena yang berlaku adalah bukti kecurangan…
Yang teramat nyata

Catatan Rindu

0 komentar


Ia tidak mengira waktu ketika tersebut…
Tetapi yang paling sering apabila hujan rintik-rintik di luar jendela
Beberapa kenangan hinggap di kacanya, tergaris oleh tetesan air…
Tetes-tetes cagar awan semuanya melembutkan perasaan…
Tetapi amat melukakan

Di sebuah pantai mentari jatuh ke muka laut, menyebut keindahan
Di kaki lembayung itu ia menyebut namanya…
Jikalah kau mentari, lautku kering…
Jikalah kau hujan, sungaiku banjir…
Ada suka dan duka pada bicaranya tetapi duka itulah yang lebih…
Mencatatkan rindu

Demikian lama ia menyembunyikan puisi-puisinya
Kecewa atau rindukah tanpa sempat terbaca
Ia telah membakarnya di bawah mentari…
Engkaukah yang pilu atau akukah yang terharu…?
Keharuan itulah yang membakar jiwa…
Tanpa waktu

Pertama kali di dengarnya petikan gitar…
Satu-satunya yang terdengar adalah sayunya bahasa hati…
Dari kepedihan yang tidak terucap, semoga engkau menyadari
Kedewasaan dari cinta yang hancur ada yang lebih sayu dari itu
Apabila semua tetap begini

Ia amat berharap diam tanpa persoalan
Bagai lembayung mengenangnya suatu keindahan…
Bagai awan lembutnya menumpaskan mata, suaranya adalah ilham…
Dialah kelembutan pertama mampir di padang senja
Menentang matanya bagai menahan gelombang
Seperti Tiga Tahun dahulu sebelum ada rindu yang lain…
Telah tercatatkan sebuah rindu

Di Balik Penantian

0 komentar


Penggalan kisah yang menanti
Berjalanlah dalam pelupuk desah…
Yang merayap ditepi dinding hati yang sepi

Berjalanlah demi sepenggal waktu dan sedetik kisah…
Tertuang dalam detik yang berdetak…
Dan rintihan yang terukir dalam detik yang menanti
Merajai sepi yang menepi, ditepi balutan tulang kisah kasihku

Aku tak pernah terasingkan…
Walaupun terasing telah mengasingkanku
Aku tak pernah terpuruk…
Walaupun keterpurukan telah memurukku

Aku hanya memendang tanpa keinginan untuk melihat
Kosong memang, tapi aku telah menemukan sesuatuku
Kecil memang, tapi dia yang menuntunku menemukan keindahan.

Jangan Menangis Sayang

0 komentar


Air matamu bak hujan turun…
Menghibakan lagi perasaanku
Keringkan pipimu, sayang…
Usah benarkan tangisanmu tercetus lagi di wajahmu
Walau terpaksa menangis di dalam hati…
Lebih baik begitu
Jangan menangis sayang
Perpisahan ini bukan dipinta
Terpaksa kita merelakannya
Yang berlalu biarkan berlalu
Sebenarnya kita tak ditakdirkan bersama
Terimalah kehendakNya, walaupun pahit untuk ditelan
Kita dicipta bukan untuk bersama
Jangan menangis sayang
Kenapa tangisanmu semakin laju?
Tetesan air matamu hanya menyayat pilu hatiku
Lupakan saja kenangan bersama kita dahulu, sayang
Binalah hidup barumu…
Kuyakin kau dapat menempuhinya…
Walau tanpa kehadiranku
Anggaplah pertemuan kita adalah takdirNya
Sekadar menguji kita dan anugerah kasih sayang yang tercipta…
Adalah suatu rahmat dariNya
Sayangku...jangan menangis lagi…
Aku kan tetap menyayangimu biarpun kita berpisah
Ingatan dan rinduku mengiringimu selalu
Doaku kau semoga bahagia selalu bersamamu
Kasihku padamu tak mungkin terpadamkan

Kekasih

0 komentar


Akan kupintal buih-buih menjadi tali mengikatmu
Akan kuanyam gelombang-gelombang…
Menjadi hamparan ranjang tidurmu

Akan kutenun awan-gemawan…
Menjadi selendang menudungi rambutmu
Akan kujahit bayu gunung menjadi baju pakaian malammu

Akan kupetik bintang timur…
Menjadi bingkai menyinari hatimu
Akan kujolok bulan gerhana menjadi selimut mimpimu
Akan kurebahkan matahari menjadi laut malammu
Menghirup sekar madumu

Kekasih, hitunglah mimpi yang membunuh reality…
Dengan syurga ilusi

Rahasia Antara Kita Berdua

0 komentar


Rahasia Waktu......
Adalah...
Saat aku mengenalmu
Saat aku menyukaimu

Dengan atau tanpa izinmu
Adalah....
Misteri yang mampu mempertemukan kita
Dalam sebuah cerita dan kisah

Mengenang kembali saat sahaja
Adalah..
Adanya kasih dalam diam
Adanya rasa yang terdiam

Adanya api dalam sekam
Adalah..
Bila kita minta dan duga Untuk memperbaiki sebuah kisah
Menunggu hembusan Ilahi Untuk sepenggal sekenario agung
Antara kita berdua

Kau Yang Ada Di Hatiku

0 komentar


Dari celah dinding kalbu
Dalam suatu pemisah
Antara kau dan aku
Kutatap seraut wajah manis
Yang kau lukis dengan goresan kanvas biru
Lahirkan senyum ranum
Yang terkadang kau tutup
Dengan kedua,Telapak tangan lentikmu
Pesonanya tetap mengalir
Lalui celah tangan halusmu
Aku ingin tetap bertahan
Lupakan segala yang kurasakan
Lalaikan segala gejolak yang ada
Tapi tak bisa!!
Tak ada yang terkikis
Semuanya menitis kharisma terlukis
Kenapa harus kenal dan temui sosokmu
Adakah kemungkinan kita menyatu
Bilakah hati kita berpadu ?
Sementar renta waktu
Menyadarkan aku
Bahwa tak ada lagi yang dapat
Menggantikan tempatmu dihatiku.

Kenangan Dan Harapan

0 komentar


Waktu itu masih ku ingat

Tiga tahun yang silam…

Kala itu bulan September musim penghujan

Saat kita bertemu dalam dunia maya

Yang membuahkan cinta dihati…kau dan aku



Kini…bermusim kita masih berjauhan

Direntangi samudra mimpi…

Yang ntah kapan kan menjadi nyata…

Walau dalam angan cinta masih terpahat indah

Dalam hati sanubari yang menyimpan segumpal rindu…

Misteri dan tanda tanya…bilakah itu terjadi



Saat ini adalah hari ulang tahunku…

Dalam musim yang berjauhan…

Akan kah kau masih ingat padaku…

Ingat akan janji kita dulu…

Bahwa selamanya cinta kita takkan pernah mati



Walau ntah sampai kapan…

Dan kuakui cinta tak selamanya harus memiliki…

Yang mungkin hanya sebatas dalam ingatan

Menjelang hari kan senja

About me

Maaf Ya, Di Blog Ini Tidak Di Ijinkan Untuk Klik Kanan

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Minima 4 coloum Blogger Template by Serdadu Banten.
Simplicity Edited by Serdadu Banten's Template