Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta Bag 04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta Bag 04. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Mencintaimu Selamanya

0 komentar


Cakrawala mulai kelabu
Saat kubaca
Akan perpisahan dari bola matamu
Kau katakan Bahwa kita akan bertemu lagi.

Padahal dari lubuk hati kutahu
Ini sudah berakhir
Kuingat kata-katamu dengan jelas
Selain ucapan selamat tinggal

Bahwa waktu
Suatu saat akan mempertemukan lagi
Kau dan aku
Seperti pelangi datang
Setelah mentari bersinar
Tinggalkan hujan

Kau katakan waktu
Akan mengabulkan permintaan kalbu kita
Untuk melanjutkan lagi
Penggalan kisah yang terputus

Walau tanpa kau sadari
Kita telah berbeda Yang kuharap
Waktu menepis bayangmu
Di hari-hariku

Namun kutakut
Kusadari alami hal yang serupa
Sementara tiada yang mampu
Dapat mengganti tempatmu Di hatiku !
Hanya sebuah keputusasaan...
Mengapa waktu
Tak dapat membuatku berhenti mencintaimu

Andai

0 komentar


terdamparnya aku dipantai hatimu,

tersesatnya aku digurun kalbumu

terjatuhnya aku di lembah kasihmu,

akan membuat kau perduli padaku,



akan membawamu kedalam keseharianku,

dan membebaskanku dari dahaga,

beberapa teguk air kasihmu,

kuberanikan jiwa ini,

untuk berdamai dengan kebahagiaan

Hidup Yang Terbelenggu

0 komentar


Nafas masih menderu seiring waktu berjalan
Mata sulit untuk terpejam
Dalam keheningan malam daku selalu terjaga
Masa depan dan cinta berbaur menjadi satu

Mengapa tak seorangpun dapat memahami
Mengapa semua hanya inginkan kemauannya
Walau seiring waktu tanpa pernah menghiraukanku
Dalam curiga tanpa pengertian dan kasih sayang

Hidupku yang terbelenggu
Inginkan kebebasan bagai angin yang bertiup
Ntah sampai kapan…
Atau siapa yang sudi melepaskan belenggu ini
Hingga nafas ini semakin sesak
Seiring waktu jiwa masih terbelenggu

Kapankah seberkas cahaya itu menerangiku
Bilakah ada yang sudi memahamiku
Kapankah daku dapat bebas seperti burung-burung
Yang dapat menentukan tujuan hingga kemana
Tanpa harus berpacu dalam waktu yang sesak
Waktu yang membelenggu jiwa ini

Diselubung Rindu

0 komentar


Sejenak aku merenungi kisah yang silam
Biarlah aku menanggung luka yang ada didalam
Walau berakhir sudah kisah cinta kita...
Biarlah kau tetap permata dalam hatiku

Sungguh berat bagi diriku
Tak tahu arah dan mana tuju
Segala-galanya menjadi tak menentu
Hati ini diselubung rindu

Walau pahit kan kutelan semua
Namun didalam yang merasa
Apa dibuat serba tak ada yang nyata
Pastinya kecewa dan kan hampa

Aku terus melangkah pergi
Hanya bertemankan sekeping hati
Jalanku dipenuhi ranjau berduri
Sakit tak tertahan membawa luka pedih...perih

Disatu sudut ku terdampar
Kelu dan kesah dalam sadar
Semua kerana peristiwa itu
Pahitnya jiwa ini, diselubung rindu

Dibalik Puing-Puing Kepedihan

0 komentar


Sunyiku Berteman Kesendirian
 
 Dibalik Cinta Yang T'lah Tenggelam
 
Kutinggalkan Telaga Yang Bening
 
Tuk Menghapus Kesunyian Dalam Kepedihan
 
Aku Terus Melangkah…Walau Sambil Tertatih
 
Telaga Bagaikan Pulau Membentang…
 
Walau T'lah Jauh Aku Melangkah…
 
Walau Beribu Pulau T'lah ku Seberangi
 
Walau Jauh Didepan Mata…Namun Aku Takbisa Lepas
 
Aku Berlayar…Namun S'lalu Tenggelam
 
Aku Trus melangkah…Walau Harus Tertatih
 
Luka Pedih Perih Dalam Jiwa Ini Mungkin Takkan Terobati
 
Cinta Memang Menyiksa…Namun Mengapa Tak Pernah Hilang
 
Dibalik Puing-Puing Kepedihan Aku Bertanya…
 
Apa Arti Semua ini…
 
Mengapa Telaga Yanga Bening Dapat Menghanyutkan…
 
Hingga Membuat Luka Yang Sangat Dalam…
 
Sampai Kapankah Aku Dalam Kesendirian…
 
Sendiri…Dibalik Puing-Puing Kepedihan

Di November Itu

0 komentar


Daun daun berguguran, bayu dingin bertiupan
Di bulan september itu

Masih segar di ingatan
Kasih cinta kau bisikkan
Menguji perasaan

Hadirmu kasih di kala sepi
Dan lara merundung ruang hati
Duka ku kau akhiri

Telah lama ku dambakan kemesraan dan belaian…
Dari insan seperti mu

Ketulusan... kejujuran
Kesetiaan... keikhlasan
Engkau pertahankan

Asmara ini membawa aku terbang tinggi bagaikan…
Dibuai mimpi yang tiada berpenghujung damainya

Di September itu…
Hadirmu menyinari hidupku
Di bulan September itu…oh dunia indah
Bagaikan bayangan syurga
Ku syukuri pertemuan itu

Demi Kasih Sayang

0 komentar


Lupakanlah diriku dari kaca fikiranmu

Andaikan kau bersamaku mungkin kau takkan bahagia

Aku bukannya insan yang inginkan cinta percuma

Sehingga aku sanggup mendampingmu walau berabad lama

Cintaku bukanlah karena harta

Cintaku tidak pernah karena paras rupamu

Sadarilah kasih, cintaku berharap hingga ke syurga

Bersama-sama denganmu

Demi kasih sayang yang aku pertahankan…

Sanggup ku meniti malam tanpa mimpi

Jiwaku bergelora bila kita dapat berdua

 Hingga keakhir hayat, untuk selama-lamanya

About me

Maaf Ya, Di Blog Ini Tidak Di Ijinkan Untuk Klik Kanan

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Minima 4 coloum Blogger Template by Serdadu Banten.
Simplicity Edited by Serdadu Banten's Template