Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta Bag 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta Bag 12. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Juli 2012
You Life In My Heart
Hari demi hari aku lalui tanpa ada beban
Tanpa ada yang tahu yang tersimpan dalam pikiran ku ini
Dimana keresahan hati ini selalu menyelimutiku
Menemani hari hariku
Sering aku bertanya kepada diri ini
Apakah dirimu bahagia di sana
Apakah tuhan masih memberikan kita untuk berjumpa
Walau hanya untuk beberapa detik saja
Walaupun kamu sudah menjadi milik orang lain
Namun dalam hati ini masih selalu ingat akan dirimu
Terkadang terlintas untuk melupakan mu selamanya
Tapi hati ini tidak bisa melakukan nya
Walaupun kita tak mungkin bersatu lagi
Aku cuma bisa berharap kalau aku masih hidup di hatimu
Yang selalu menemani mu disaat kamu bahagia dan sedih
You life in my heart
Pergilah ( Aku Merelakan mu )
Disaat kamu mengatakan
Kalau kamu lebih memilih dia
jantung ku terasa sesak
seakan terasa terhenti
setelah aku mulai merelakan mu
namun kamu kembali padaku
mengatakan dirimu masih mengharapkan ku
sedangkan kamu sudah ada yang memiliki
ga mungkin kita bisa bersatu lagi
dan aku tidak mungkin bisa menerima mu lagi
biarkan aku melanjutkan
perjalanan hati ini untuk melupakan mu
karna semua yang sudah kamu tentukan
adalah yang terbaik untuk kita berdua
dan aku cuma bisa berharap
semoga kamu bahagia bersama dia
Sebuah Surat
Pintu kamar ini telah tertutup
Jalan itu tinggal kerikil dan debu
Hujan yang datang tiba-tiba…
Kitalah yang terhempas di pantai
Dan mencatat atas nama pencarian cinta
Yang kita ketahui bagai pelayaran…
Akan kembali ke pelabuhan menuju jalan diri
Demikianlah aku akan menulis padamu…
Dari kamar ini yang sering menyaksikan pernyataan hidupku
Tetapi entah untuk ke berapa kali surat ini tertutup…
Dan diam…dengan keinsafan daun-daun luruh…
Menghentikan impian subuh
Tak Kuasa Tuk Bertanya
Saat itu janjiku belum tertunaikan
Saat ini janji itu masih kau nantikan
Saat itu janjiku berhaluan kedustaan
Saat ini janji itu menjadi sebuah pertanyaan
Kini diplataran senja hujan membasahi bumi
Saat hati tak kuasa untuk bertanya
Saat cinta kembali harus diuji
Mengapa kita begini…?
Antara iya dan tidakmu…kah…?
Saat ini bisikan itu semakin nyata
Namun hati ini tak ingin tuk menerka
Walau bayangan itu selalu menghantuiku
Aku takkan percaya…
Namun…
Dipelataran senja ini aku inginkan jawaban
Tetapi aku tak kuasa tuk bertanya…
Mungkin…
Walau kan mengganggu ku
Semua kan ku pendam di dasar samudra
Melalu aliran hujan kearah pantai
Dan kutepiskan tanya itu lewat udara
Yang kau hirup…
Aku mencintaimu dan aku percaya padamu
Aku yakin ketulusanku adalah keikhlasanmu
Saat hujan ini telah reda…
Tanya itupun telah sirna…
Di Hari Yang Indah Ini
Dihari yang indah ini
saya tidak merasakan kehadiran mu disisiku
seperti hari hari sebelumnya
yang kita lalui tertawa, bercanda, dan menangis bersama
dari lubuk hati merasa rindu
untuk berada disampingmu
untuk bisa tersenyum bersamamu
melihat indahnya awan yang biru
senda gurau yang kita lalui itu
selalu terngiang di telingaku
dan berharap kisah itu
bisa kita ulang bersama waktu
akankah dirimu merasakan hari hari yang kelabu
dan merasakan seperti yang terjadi pada diriku
apakah dirimu masih bersedia menerima cinta ku
dan merasakan hari hari yang bahagia bersama dirimu
seperti yang kita dampakan dulu
Aku Suka Padamu
di pagi yang indah
saya duduk di depan rumah
melihat indahnya matahari pagi
yang meresap kedalam kulitku
dan dalam keheningan
ku terbayang wajah cantikmu
yang selalu menemani langkahku
dan membayangi setiap mimpiku
ku terpesona akan keanggunan mu
setiap tatapan matamu membuat hatiku kacau
senyuman mu membuat ku tersipu malu
dan pergi menjauh
di kejauhan ku melihatmu
dan mengagumimu kecantikan mu
namun ku tak punya keberanian
untuk mengungkapkan perasaan ini pada mu
bahwa aku suka padamu
Saat Kau Tak Ada
intang2 kian menghilang ditelan malam
Kesunyian telah berbalut dengan kehampaan
Bertaburan harapan walau hanya angan sesaat
Bagai arus melangkah tanpa kutahu arahnya
Bilakah aku lepas dari derita tak bertepi ini
Saat kau tak ada disini
Dedaunan berguguran dan berjatuhan ditaman
Ranting-rantaing bagai dawai tak bersenar
Debur ombak menghantam dan pecahkan karang
Lepaskanlah aku dari derita tak berakhir ini
Saat kau tak ada disisiku
Saat kau tak ada atau kau tak disini
Diriku terpenjara sepi dan hanya kunikmati sendiri
Sudah tak terhitung lagi waktu untuk melupakanmu
Namun aku tak pernah bisa…aku tak pernah
Bila Puisi Sudah Tak Ada
Nyatanya kita tak pandai mengolah cinta ...
Hingga ... 'Tuk rendam gejolak ...
kurangkai kata-kata abstrak ...
Namun ... Haruskah terus begini ...
kita masih saling menahan diri ...
Lalu ... Bila tak ada lagi puisi ...
Tolong jawab yang satu ini ...
Masih pedulikah kau ...
Pada soal hati ? ...
Di Balik Penantian
Penggalan kisah yang menanti
Berjalanlah dalam pelupuk desah…
Yang merayap ditepi dinding hati yang sepi
Berjalanlah demi sepenggal waktu dan sedetik kisah…
Tertuang dalam detik yang berdetak…
Dan rintihan yang terukir dalam detik yang menanti
Merajai sepi yang menepi, ditepi balutan tulang kisah kasihku
Aku tak pernah terasingkan…
Walaupun terasing telah mengasingkanku
Aku tak pernah terpuruk…
Walaupun keterpurukan telah memurukku
Aku hanya memendang tanpa keinginan untuk melihat
Kosong memang, tapi aku telah menemukan sesuatuku
Kecil memang, tapi dia yang menuntunku menemukan keindahan
Langganan:
Komentar (Atom)
About me
Maaf Ya, Di Blog Ini Tidak Di Ijinkan Untuk Klik Kanan
Diberdayakan oleh Blogger.


